Ambon Manise journal

My Job, My words, my feeling, my memories, my experiences. Mostly, this is me.

Tuesday, October 10, 2006

Ambon Manise journal: PINDAH ALAMAT DULU AH

Wednesday, June 14, 2006

PINDAH ALAMAT DULU AH

Allo Temen2.... Alamat Blogku Pindah ke: my.opera.com/ohara2603
Terimakasih....

Tuesday, June 13, 2006

KAMI JUGA SELEBRITIS

Hari sabtu tanggal 10 Juli saya ditemani teman saya boy (Ilham Dubhan) dan Alyn (Marlyn) pergi ke kedai kopi tempat di mana kami membuat janji bertemu dengan sdri Dorin seorang Wartawati Lokal Harian Ambon Express, tapi ketika bertemu kami cukup kaget karena yang kami temui bukan 1 orang melainkan empat cewek asli Ambon, semuanya adalah para pencari berita dari berbagai media seperti salah satunya adalah sdri. Diana dari Radio Lokal DMC FM, dua orang lagi dari dua koran lokal lainnya kami lupa namanya. Setelah kami berkenalan satu sama lain sesekali diselingi joke-joke dari mas boy menjadikan suasana mencadi cair. Setelah itu secara bergantian saya, boy maupun Alyn di wawancarai mereka, wah kami seperti selebritis atau pejabat di TV yang sedang dikerubutin wartawan infotainment, di depan mulut menghadang moncong beberapa alat perekam seolah tak mau kehilangan satu patah katapun dari mulut kami.

Sekitar setengah jam kami bergantian menerangkan apa itu P2KP, rupanya ke-empat gadis muda pencari berita tersebut cukup faham dan tertarik dengan apa yang kami terangkan, mereka ingin meliput kegiatan-kegiatan P2KP di tingkat basis.

Setelah habis pertanyaan mereka giliran saya yang mengajukan sebuah pertanyaan yang selalu saya tanyakan pada hampir setiap orang Ambon, pertanyaannya adalah: “Apa menurut anda Ambon sudah aman 100% sekarang?

Menurut sdri Dorin, seorang Wartawan dari Ambon Express mengatakan kondisi Kota Ambon secara keseluruhan sudah sangat kondusif…. Setiap orang sudah tidak ada perasaan takut untuk bepergian ke wilayah manapun di Kota Ambon ini bahkan tengah malampun 12 malam hinggá subuhpun semua orang bebas tanpa rasa takut bepergian walaupun itu di daerah yang bukan komunitasnya, seorang Kristen sudah biasa melakukan perjalanan tanpa rasa takut memasuki daerah komunitas Muslim begitu juga seorang Muslim tidak merasa takut lagi memasuki daerah komunitas Kristen.

Diakuinya masalah dendam adalah masalah hati dari setiap manusia yang tidak bisa diukur oleh siapapun, tidak tertutup kemungkinan para korban kerusuhan masih menyimpan dendam satu sama lain dan hal itu sudah disadari betul oleh pemerintahan daerah, sehingga pemerintah daerahpun berusaha memprakarsai beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dari dua comunitas agama, pernah juga mendatangkan 100 artis ibu kota dan daerah untuk mempromosikan pesan perdamaian dan masih banyak kegiatan-kegiatan lainnya, menurutnya tanpa usaha pemerintahan pun perdamaian akan terwujud, kota Ambon akan Aman dan nyaman seperti masa sebelum meletusnya kerusuhan. jika masing-masing fihak menyadari betul akan pentingnya toleransi, kebersamaan dalam keragaman. Pendapat Dorin tersebut diamini oleh ketiga gadis lainnya. Akhirnya setelah kami puas ngobrol, kamipun kembali ketempat masing-masing.

Sunday, June 04, 2006

Analisis Kajian Pelaksanaan P2KP-Pilot Project di Kota Ambon Periode Mei 2006

I. Pendahuluan
a. Umum
Secara umum pelaksanaan kegiatan periode bulan Mei 2006 sesuai harapan, keterlambatan proses tidak disebabkan oleh kinerja Tim Fasilitator tapi lebih disebabkan oleh hal-hal non teknis seperti musim kampanye Pilkada terpaksa Tim Fasilitator tidak dimobilisasi dulu sampai menunggu Pilkada selesai karena khawatir P2KP dipolitisir sekelompok orang tertentu, musim hujan juga berpengaruh signifikan, bulan Mei sampai beberapa bulan ke depan Kota Ambon memasuki musim penghujan sehingga hampir setiap hari hujan turun baik itu pagi, siang, ataupun malam yang mengakibatkan jadwal yang sudah direncanakan terpaksa dijadwal ulang karena masyarakat tidak datang.

b. Khusus
Yang menjadi fokus utama Koordinator Kota adalah melakukan peningkatan kapasitas Pemkot Ambon dalam pemahaman P2KP baik itu lewat dialog, diskusi, koordinasi rutin, mengajak langsung aparat Pemda mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh Tim Fasilitator di tingkat masyarakat dan diharapkan dalam waktu dekat dilakukan Pelatihan Dasar bagi aparat Pemda sehingga semangat yang sudah ada dalam diri pelaku P2KP tingkat Kota akan lebih bermanfaat ketika dibarengi dengan peningkatan kapasitas khususnya dalam P2KP.
Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah penguatan Kapasitas Tim Fasilitator Kelurahan terutama Fasilitator Lokal berkaitan dengan tidak adanya Pelatihan Pra Tugas terlebih dahulu maka hampir setiap hari dilakukan on going training menyangkut peningkatan pemahaman P2KP secara umum maupun strategi pendampingan dan simulasi kegiatan.

II. KAJIAN-KAJIAN
a. Kajian Sosial, ekonomi, Politik dan Hankam
Kota Ambon pasca konflik antar 2 kelompok komunitas beragama tahun 1999 hingga kini masih terasa, permasalahan-permasalahan sosial sebagai ekses negatif dari konflik yang merenggut ribuan nyawa manusia masih terasa hingga kini, kesedihan masyarakat Ambon masih terlihat terutama keluarga korban kerusuhan, banyak anak yang kehilangan Bapak, ibu atau keduanya turut mewarnai fenomena sosial, perilaku masyarakat mengenai ketertiban di jalan raya dan kebersihan menjadi jauh menurun, sebelum konflik Kota Ambon pernah menyabet kota Adipura karena ketertiban dan kebersihannya yang menonjol. Tapi pasca konflik masalah ketertiban di jalan raya juga masalah kebersihan khususnya sampah menjadi bagian dari buramnya wajah kota yang dahulu indah ini, sampai sekarang masalah-masalah tersebut belum bisa diatasi dengan baik karena perilaku masyarakat yang dahulu tertib sekarang perilaku masyarakat menjadi tak perduli mengenai kebersihan kotanya khususnya persampahan, disetiap sudut kota masih sering dijumpai tumpukan sampah yang berserakan beda jauh dengan masa dulu yang bersih.
Fenomena sosial lainnya yaitu kebiasaan meminum minuman keras sebagai sebuah budaya bagi sebagian masyarakat kota Ambon, begitu pula dengan perjudian masih sering dijumpai di tengah masyarakat, dua kebiasaan buruk tersebut justru lebih sering dilakukan oleh masyarakat kalangan bawah (miskin) sehingga membuat orang miskin semakin terpuruk karena kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Kota Ambon pasca kerusuhan tahun 1999 di bidang ekonomi mulai menunjukan trend positif, kegiatan ekonomi sudah mulai berjalan normal, para pedagang baik lokal maupun warga keturunan yang dahulu mengungsi ke luar kota Ambon sekarang perlahan-lahan mulai kembali lagi menempati tempat usaha mereka masing-masing yang dahulu mereka tinggalkan. Walaupun sebagian tempat usaha mereka sederhana dan sebagian hancur tapi para pelaku ekonomi tersebut sedang giat menata kembali usahanya masing-masing. Begitupun suply barang dari luar terlihat begitu lancar di Pelabuhan Kota Ambon.
Kota Ambon yang dikelilingi oleh Lautan menyimpan potensi yang sangat besar di bidang pemanfaatan Sumber Daya Laut, akan tetapi potensi tersebut belum bisa dioptimalkan sebaik mungkin terkait dengan penataan kembali kota Ambon pasca Kerusuhan 1999.
Di bidang Politik kota ambon pasca konflik sangat kondusif, walau partai-partai banyak tumbuh di kota ini akan tetapi karena masyarakat Ambon sudah banyak belajar bagaimana pahitnya berkonflik maka masyarakat Ambon menjadi lebih dewasa dalam berpolitik, bukti otentik pada pelaksanaan Pilkadasung bulan Mei 2006 hampir tidak terjadi konflik yang terjadi baik antar partai politik maupun antara masa partai politik. Masyarakat Ambon tidak mau lagi terbawa arus politik aliran yang mengdikotomikan agama khususnya 2 Agama besar di kota Ambon yang dahulu berkonflik yaitu Islam dan Kristen. Langkah cerdas telah diambil masyarakat Ambon untuk menggabungkan 2 kekuatan Agama besar tersebut menjadi sebuah hubungan yang harmonis semisal dalam Pilkadasung semua paket calon Wakil dan Walikota merupakan harmonisasi dari konfigurasi Islam dan Kristen, jika calon Wali dari umat Kristen maka calon wakilnya adalah dari umat Islam begitu juga sebaliknya jika calon Wali Kota dari umat Islam maka calon wakil walikota dari umat Kristen. Konflik berdarah 1999 menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi masyarakat Ambon secara umum.
Di bidang Hankam, ancaman yang cukup serius bagi permasalahan pertahanan dan keamanan adalah keberadaan kelompok yang ingin memisahkan diri dari NKRI, akan tetapi sejauh ini aktifitas kelompok tersebut sudah relatif menurun sehingga menambah stabilnya tingkat keamanan di Kota Ambon ini. Pasca konflik memang membawa dua penganut agama besar ini mengelompokan diri ke dalam kelompoknya masing-masing secara ke wilayahan, Penganut Islam yang tadinya berada ditengah-tengah mayoritas penganut Kristen terpaksa menjual rumah dan tanahnya untuk pindah ke daerah yang banyak dihuni oleh umat Islam dan sebaliknya Umat Kristen yang berada ditengah-tengah mayoritas pemeluk Islampun pindah menuju tempat yang didiami oleh mayoritas Kristen. Akan tetapi hal demikian bukan dikarenakan adanya permusuhan dan dendam tapi semata-mata untuk keamanan dan kenyamanan semata, mereka lakukan adalah untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk yang bisa saja terulang kembali karena potensi perbedaan keyakinan di manapun tempatnya di muka bumi ini selalu menyimpan bahaya Laten, Tetapi walaupun secara tempat tinggal masing-masing sudah mengelompokan diri ke dalam kelompoknya masing-masing, hubungan sosial antara dua penganut ini sudah sangat harmonis baik itu tingkat aparat Pemda maupun tingkat masyarakat, adalah bukan hal aneh ketika terlihat hubungan sosial antara dua penganut ini membaur baik dipusat keramaian umum seperti pasar, Mall, tempat-tempat fasilitas umum maupun hubungan personal antar dua orang individu yang berbeda keyakinan.
a. Kajian pelaksanaan tahapan P2KP
Secara siklus Tim Fasilitator telah menyelesaikan tahapan Sosialisasi Kelurahan secara 100% di empat wilayah sasaran P2KP Pilot Kota Ambon seperti tabel berikut di bawah ini:
SOSIALISASI TK. KELURAHAN
Batu Gajah Peserta: 23 orang ( Laki-laki: 17; Perempuan: 6)
Waihaong Peserta: 13 orang ( Laki-laki: 8; Perempuan: 5)
Honipopu Peserta: 16 orang ( Laki-laki: 11; Perempuan: 5)
Urimessing Peserta: 24 orang ( Laki-laki: 18; Perempuan: 6)
Total : 76 (L: 54 dan P: 22)
TotalUntuk ukuran rembug, Sosialisasi tingkat kelurahan di ke-4 kelurahan pilot tersebut memang masih jauh dari maksimal karena belum mencerminkan representasi masyarakat dari masing-masing kelurahan yang memiliki jumlah penduduk berkisar antara 2000 s.d 5500 jiwa. Di sisi lain keterwakilan perempuanpun masih dirasakan kurang. Tapi hal tersebut belum bisa ditarik kesimpulan apakah masyarakat dari ke-4 wilayah tersebut respon atau tidak terhadap P2KP karena berbagai alasan:
Aparat Kelurahan belum optimal memfasilitasi tim Fasilitator Kelurahan dalam menyampaikan informasi tentang adanya sosialisasi tingkat kelurahan.
Antara bulan Mei s.d Agustus Kota Ambon memasuki musim penghujan, curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan masyarakat enggan datang ke kelurahan
Dengan asumsi-asumsi seperti di atas, untuk mencapai standar sosialisasi yang mencerminkan representasi warga maka Tim Fasilitator melakukan system jemput bola sosialisasi lanjutan ke tiap-tiap RT dengan cara mendatangi setiap kumpulan warga yang ada di tiap RT seperti Pengajian rutin, Kegiatan arisan, Kegiatan kebaktian di gereja-gereja dan sebagainya sehingga diharapkan P2KP bisa disosialisasikan seluas-luasnya ke masyarakat warga setempat.
Untuk sementara Sosialisasi tingkat RT baru dilaksanakan di 3 RT di dua kelurahan seperti berikut:
SOSIALISASI TK. RT
Kelurahan Batu Gajah, 3 RT peserta berjumlah 133 orang (L: 76 dan P:57)
Kelurahan Honipopu 1 RT peserta berjumlah 28 orang (L: 13 dan P:15)
Kelurahan Urimessing, 1 RT peserta berjumlah 47 orang (L: 13 dan P:34)
Waihaong belum melaksanakan sos tk. RT
Total sementara: 208 orang terdiri dari L:102 dan P: 106 Orang

Bila melihat kegiatan sosialisasi 5 RT di dua Kelurahan terebut di atas terlihat peningkatan cukup signifikan baik dilihat dari sisi jumlah peserta sosialisasi maupun keterwakilan perempuan, sehingga tim Fasilitator optimis dalam sosialisasi di Kota Ambon bisa dilaksanakan seoptimal mungkin.

Tim Fasilitator Kelurahan menjadi semakin optimis ketika mendapat dukungan dari pemerintahan Kota Ambon, setiap pelaksanaan kegiatan di tingkat masyarakat, pihak Pemerintahan Kota Ambon secara proaktif berpartisipasi, dan memotivasi masyarakat seperti sering dilakukan baik itu oleh PJOK-PJOK, Pak Camat, Pejabat Pembuat Komitmen maupun Tim dari Bappekot Ambon.

KOTA AMBON BENAR-BENAR PILOT

Mungkin saya sangat berlebihan menulis judul di atas karena Program P2KP baru berjalan kurang lebih 1 bulan tapi sudah berani membuat kesimpulan yang terlalu pagi, judul di atas saya buat berdasarkan rasa keterkejutanku terhadap segala daya upaya yang positif dari pemerintahan kota Ambon dalam menyambut P2KP, betapa tidak kedatangan kami dari Tim P2KP telah disambut secara penuh persahabatan baik oleh masyarakat maupun oleh para pejabat Pemkot kota ini.

Keterkejutanku menjadi lebih dalam manakala saya tahu pranata-pranata pendukung P2KP sudah tersedia di Kota Ambon ini, baik itu Satker, Pejabat Pembuat Komitmen, KPKD, PJOK dan staff dan BOP the all is ready!!!! Bahkan yang membuat saya lebih terkejut tapi alhamdulillah tidak sampai pingsan, BKM pun sudah tersedia di 23 Kelurahan atau bahkan di satu kelurahan Pilot yaitu di kelurahan Urimessing PJM Pronangkispun sudah tersedia.

Terlepas dari itu semua secara pribadi sangat kagum terhadap langkah yang diambil Pemkot Ambon, terkesan Pemkot tidak main-main dalam program kali ini…. Kota lain mungkin patut mencontoh Kota Ambon ini terutama semangat dan proaktifnya mereka menyambut P2KP itu tidak sebatas jargon belaka tapi mereka implementasikan dalam bentuk kegiatan nyata bahkan hampir tak pernah absen mereka mengikuti setiap kegiatan Tim Fasilitator di tingkat masyarakat.

Ketika tahu BKM sudah terbentuk di seluruh kelurahan bakal dampingan P2KP sudah terbayang beban berat yang menghadang ke depan karena harus membongkar pemahaman tentang BKM baik personel BKM di tingkat Kelurahan maupun pelaku P2KP tingkat Kota, rasa pesimis tentu ada mengingat menurut teori Chamber bahwa orang yang sulit dirubah/diberdayakan adalah orang-orang yang mapan seperti: kaum intelektual, kaum Kaya, Birokrat, pemegang kekuasaan dll.

Akan tetapi teori Chamber sepertinya kurang berlaku di Ambon untuk saat ini, memang awalnya berat tapi berkat dialog, koordinasi intensif baik itu yang dilakukan oleh Tim Fasilitor Kelurahan terhadap para personel BKM maupun koordinasi, dialog Korkot dengan pelaku P2KP tingkat kota, maupun hasil dari setiap kegiatan di masyarakat yang selalu dihadiri pelaku tingkat kota dari hari ke hari menampakan hasil yang sangat baik.

Tanggal 03 Juni 2006 fihak Bappekot mengundang tim P2KP untuk koordinasi, Tim P2KP full tim dengan sekretaris dan operator computer minus Office Boy, kedatangan kami dari tim P2KP disambut dengan ramah oleh tim Bappekot, hadir langsung Bpk. Syarif Tuasikal Kepala Bapekot Ambon sekaligus Ketua Tim Koordinasi, hadir pula Bpk. Dang, Bpk. Kris, Bpk Nus Soumokil sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dan lain-lain.

Dengan ramahnya pak Syarif menyambut kami dan memberikan beberapa pandangan sekaligus menanyakan kemajuan pendampingan P2KP, di susul dengan Pak Dang dan Pak Nus bergiliran menyampaikan pandangan-pandangannya tentang P2KP termasuk mengenai BKM yang telah dibentuk. Dalam diskusi yang cukup hangat ternyata para pejabat tersebut sangat kooperatif dan menyadari.bahwa ada miss-informasi dan dengan jiwa besar mereka menyerahkan kepada Tim P2KP untuk memfasilitasi kembali pembentukan BKM sesuai dengan konsep P2KP.

Sebuah kemajuan yang luar biasa karena ternyata para pejabat kota ini sudah mulai memahami konsep P2KP, mereka mau belajar dan mendengar, mereka tidak ingin hanya duduk di menara gading saja tapi merekapun ingin berusaha berbuat yang terbaik bagi masyarakatnya khususnya dalam hal P2KP dan ini modal yang tiada terhingga bagi kemajuan Penanggulangan Kemiskinan di Kota ini. Kota Ambon layak dijadikan pilot project, semoga P2KP berhasil di Ambon Manisse ini.
Wassalam

Thursday, May 25, 2006

KOTA AMBON SIAP MENYONGSONG P2KP

Tim Fasilitator Kelurahan P2KP memang baru awal mei 2006 ini dimobilisasi ke Kota Ambon, akan tetapi itu tidak berarti P2KP menjadi sebuah barang baru bagi sebagian orang Ambon terutama jajaran Instansi pemerintahan kota ini seperti Bappeda Propinsi, Bappekot, PU Kota Ambon, Para Camat, Lurah hingga RT sebagian telah mengetahui tentang P2KP, hal ini menjadi modal dasar bagi Tim P2KP Kota Ambon untuk melakukan pendampingan masyarakat seoptimal mungkin.

Keseriusan Pemkot Ambon terlihat ketika mereka mempersiapkan jauh-jauh hari segala sesuatu yang berkaitan dengan P2KP dari mulai persiapan dana pendamping untuk mendukung secara penuh operasional kegiatan P2KP hingga sosialisasi dan pembentukan BKM diseluruh wilayah yang akan terkena program P2KP Pilot maupun Reguler.

Keseriusan Pemkot Ambon ini akan direspon dengan baik oleh Tim FK Ambon dengan mengikut sertakan stake holder- stake holder tersebut dalam setiap event kegiatan yang akan dilakukan oleh Tim FK di setiap kelurahan bahkan di tingkat komunitas terkecil, begitu juga agar supaya moment tersebut tidak hilang maka koordinasi tingkat kota pun telah dijadwalkan pertemuan dwi mingguan antara Tim P2KP dengan Pemkot, PJOK, Satker, PK dan Kaum Peduli lainnya sehingga diharapkan semua fihak mempunyai concern yang sama dalam masalah penanggulangan kemiskinan perkotaan di Kota Ambon ini.

Saturday, May 20, 2006

Pengalaman Hari ke-3 di Kota Ambon 03 Mei 2006
Hari ini akhirnya saya bisa bertemu dengan Satker Propinsi Pak Adeci. Alhamdulillah penerimaannya sangat baik sekali. Ternyata pengetahuan pak Adeci cukup baik tentang P2KP bahkan yang bersangkutan meminta mobilisasi tim FK dipercepat karena menurut pandangannya lebih cepat itu lebih baik untuk mencapai beberapa keuntungan pertama memberikan pembelajaran. kedua, masyarakat cepat terbantu. dan ketiga, menurutnya daerah pilot yang berhasil mencairkan 100% dana P2KP bisa mencairkan dana kembali di fase regular nanti. Mungkin mirip Pilot P2KP di Aceh di mana banyak kelurahan yang mendapat dana dobel pilot-reguler. Sementara saya tampung segala pendapatnya itu, dan yang cukup surprise adalah pernyataan beliau yang mengatakan bahwa di semua wilayah calon sasaran P2KP reguler termasuk di ke-4 lokasi pilot telah terbentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)? yang difasilitasi Pemkot/Bappeda masyarakat berhasil membentuk BKM tersebut.
Adalah PR yang cukup besar untuk mengklarifikasi/ meluruskan hal tersebut, mengingat kondisi di Ambon pasca konflik adalah sensitive sekali berbeda dengan daerah lain. Kasus serupa pernah terjadi di NAD, ada beberapa KERAP lahir premature tanpa pendampingan Tim P2KP….. dan untuk meluruskan serta menyadarkan masyarakat itu membutuhkan waktu yang cukup lama bahkan hampir-hampir terjadi ketegangan di antara tim FK dan masyarakat di NAD.03 Mei 2006Pengalaman Hari ke-3 di Kota Ambon 03 Mei 2006
Hari ini akhirnya saya bisa bertemu dengan Satker Propinsi Pak Adeci. Alhamdulillah penerimaannya sangat baik sekali. Ternyata pengetahuan pak Adeci cukup baik tentang P2KP bahkan yang bersangkutan meminta mobilisasi tim FK dipercepat karena menurut pandangannya lebih cepat itu lebih baik untuk mencapai beberapa keuntungan pertama memberikan pembelajaran. kedua, masyarakat cepat terbantu. dan ketiga, menurutnya daerah pilot yang berhasil mencairkan 100% dana P2KP bisa mencairkan dana kembali di fase regular nanti. Mungkin mirip Pilot P2KP di Aceh di mana banyak kelurahan yang mendapat dana dobel pilot-reguler. Sementara saya tampung segala pendapatnya itu, dan yang cukup surprise adalah pernyataan beliau yang mengatakan bahwa di semua wilayah calon sasaran P2KP reguler termasuk di ke-4 lokasi pilot telah terbentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)? yang difasilitasi Pemkot/Bappeda masyarakat berhasil membentuk BKM tersebut.

Wednesday, May 17, 2006

MOBILISASI TIM FK

Seiring berjalannya waktu, setelah berhari-hari kota Ambon larut dalam hangar bingar pesta demokrasi Pilkadasung Wakil dan Wali Kota Ambon akhirnya selesai juga tanpa harus ada pilkada putaran dua karena sesuai peraturan jika ada calon yang memperoleh lebih dari 23% maka cukup satu putaran saja dengan pemenang yang memperoleh suara terbanyak langsung melenggang ke kantor Walikota, bahkan menurut pak Dang seorang pegawai Bappeda Kota Ambon pada acara sertijab Walikota kelak tim P2KP juga akan diundang dan diperkenalkan kepada Walikota terpilih dan undangan lainnya.

TIM FK AMBON

Hari ini Tim Fasilitator P2KP lengkap yang terdiri dari:
Ilham Dubhan (Luar Ambon)
Moh. Darusman (Luar Ambon)
Ahmad Mahulete (Lokal Ambon)
Marlyn Marchia Kayadoe (Lokal Ambon)

Didampingi oleh Koordinator Kota Ambon Iik Tohara melakukan Silaturahmi sambil memperkenalkan Tim FK lengkap ke Kecamatan sasaran yaitu Nusaniwe dan Sirimau. Di Kecamatan Nusaniwe tim P2KP berhasil menemui Sekcam Kec. Sirimau dan PJOK Kecamatan Nusawie Ny. Soflani serta staff PJOK pak Herman. Fihak Kecamatan menyambut baik kedatangan Tim P2KP dan berharap P2KP mau mengerti dan memahami keterlanjuran Kelurahan/Desa membentuk BKM. Menurut Sekcam pembentukan BKM sudah sesuai dengan arahan dari fihak Bappeda Kota Ambon dengan melibatkan partisipasi warga berdasarkan musyawarah desa/kelurahan. Tim P2KP memberikan pengetian akan tetapi Sekcam dan dan PJOK tetap menaruh harapan besar agar P2KP bisa menghormati dan menghargai hasil kerja masayarakat sasaran.

Hal serupa kedatangan Tim P2KP di kantor Kecamatan Sirimau di sambut dengan baik oleh Bpk. Poly sebagai Sekcam dan Bpk Ateng sebagai PJOK Kecamatan. Uniknya ditengah-tengah perbincangan hangat mendadak pak poly mendapat telepon dari seseorang yang mengabarkan akan ada demonstrasi siang itu ke KPU menyangkut hasil pilkada, sontak saja pak Poly meminta seseorang tersebut untuk menghubungi petugas keamanan terkait untuk menjaga kantor kecamatan Sirimau 24 jam karena di kecamatan tersimpan seluruh kotak suara sebagai bukti legal pelaksanaan pilkada. Selanjutnya senada dengan Sekcam di Nusaniwe memaparkan telah terbentuknya BKM di desa/kelurahan sasaran pilot project yaitu Kelurahan Batu Gajah dan Urimesing.

Karena takut terjebak demonstrasi seperti diberitakan seseorang penelepon tadi maka diputuskan Tim P2KP segera kembali ke kantor Korkot untuk melakukan diskusi dan menyusun strategy pendampingan besok hari ke kelurahan sasaran. Sambil menunggu pelaksanaan Pelatihan Fasilitator Kelurahan maka sementara dilakukan on going training menyangkut konsep umum P2KP Pilot, strategy teknis, tahapan-tahapan dan lain-lain.